Ketahuilah Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Maubusiness.com – Tanpa kita sadari sepenuhnya selama ini, di setiap aktivitas perdagangan saat ini pasti ada faktor yang saling terikat satu sama lain seperti harga dan kuantitas suatu barang.

Lalu juga ada dua aspek sakral di dunia ekonomi, yaitu permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Seperti contohnya apa sih yang melatarbelakangi harga berlian itu bisa tinggi dan mengapa harga air minum itu murah padahal yang lebih memenuhi kepuasan itu air.

Untuk mengetahui apa saja sih hal hal yang bekerja di belakangnya, yuk pelajari hal hal yang mempengaruhi demand dan supply di bawah ini. Kalau contoh soal permintaan dan penawaran bisa cek di itu link ya.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

faktor permintaan dan penawaran

Sobat, bisa diingat ya bahwa faktor permintaan dan kuantitas permintaan itu sangat kontras bedanya, begitu juga halnya dengan penawaran.

Jika faktor itu mempengaruhi kuantitas maka permintaan dan penawaran akan mengalami perubahan di sepanjang titik kurvanya, sedangkan yang akan dibahas kali ini ialah yang mampu menggeser permintaan atau penawarannya sendiri ya teman-teman.

Sebelum itu, apa sih permintaan itu?

Pengertian Permintaan

Arti dari permintaan sendiri dalam dunia ekonomi yang luas ini secara mudah ialah barang-barang yang diinginkan oleh para konsumen pada waktu waktu atau harga tertentu.

Permintaan sendiri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti di bawah ini:

1. Harga barang lainnya

Pertama, yakni barang subtitusi atau lebih akrabnya barang pengganti. Jadi apabila harga barang pengganti ini turun, maka permintaan terhadap barang utama akan turun juga.

Begini contohnya deh yang satu jenis, jika harga gandum sedang turun pada kondisi tertentu, maka permintaan terhadap kentang akan turun karena para konsumen pada beralih ke harga yang lebih murah karena kedua barang ini sama-sama makanan pokok.

Kedua, yaitu barang komplementer. Suatu barang yang melengkapi komposisi barang lainnya. Apabila harga barang komplementer naik, maka permintaan terhadap barang itu akan turun. Contoh sederhana yakni teh dengan gula, apabila harga gula sedang mengalami lonjakan, maka permintaan teh akan turun.

2. Tingkat pendapatan masyarakat

Jumlah uang yang dimiliki konsumen biasanya setara dengan daya beli mereka atau gaya hidup. Semakin tinggi tingkat upah, maka kebutuhan untuk gaya hidup atau memenuhi kebutuhan mereka akan semakin meningkat.

Akan tetapi, ada pengecualian nih, yaitu terhadap barang inferior contohnya seperti mobil bekas, pakaian bekas, atau barang barang yang berkualitas standar. Jika upah meningkat, maka hubungannya dengan barang inferior akan negatif atau berkebalikan.

3. Selera masyarakat

Pasti sobat pernah melihat kan mengapa kok barang barang yang identik dengan pakaian muslim seperti baju koko muslim, hijab wanita, ataupun sarung shalat itu mengalami lonjakan penjualan di saat bulan Ramadhan khususnya pada saat mendekati hari raya.

Jadi, jika selera para masyarakat atau konsumen terhadap suatu barang meingkat, maka permintaan barang tersebut akan berbanding lurus juga.

4. Jumlah penduduk

Semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara, maka semakin tinggi permintaan suatu barang untuk harga tertentu. Seperti contohnya kenapa di Indonesia penjualan mobil atau kendaraan bermotor lainnya lebih tinggi dibanding negara Singapura? Ya jawabannya karena jumlah penduduk di kedua negara ini sangat berbeda jauh.

5. Ekspetasi masyarakat

Apabila beberapa minggu lagi akan merayakan hari raya Islam seperti lebaran, para masyarakat akan berspekulasi bahwa nantinya harga kebutuhan pokok akan meningkat seiring dengan banyaknya permintaan terhadap barang tersebut.

Oleh karena itu, sebagian masyarakat sudah mencegah hal di atas dengan menyetok barang tersebut lebih cepat agar lebih hemat pengeluaran beberapa hari ke depan.

Selanjutnya pembahasan mengenai penawaran

Pengertian Penawaran

Penawaran artinya adalah persediaan barang yang dipasok oleh produsen atau supplier di rentang harga atau waktu tertentu.

Penawaran dipengaruhi faktor-faktor seperti berikut ini:

1. Biaya produksi

Produsen dalam mentransformasikan sumber dayanya menjadi barang siap konsumsi membutuhkan tools pendukung seperti mesin, gedung, dsb. Oleh karena itu, jika terdapat kenaikan biaya, maka harga barang juga akan ikut naik. Dengan hal ini, kuantitas barang yang diproduksi akan berkurang dan penawaran pun juga akan berkurang.

2. Teknologi

Perubahan teknologi yang kian berkembang pesat ini, pastinya membawa perubahan dan mempengaruhi segala hal kehidupan termasuk juga dalam hal produksi. Teknologi membuat proses produksi lebih cepat dan efisien.

Akibatnya total produksi pun dapat bertambah banyak dan juga mengurangi biaya dalam produksi. Itu berdampak pada penawaran yang lebih banyak dengan harga tertentu.

3. Jumlah produsen

Semakin banyak produsen di pasar, maka barang yang ditawarkan untuk konsumen akan semakin berlimpah.

4. Kebijakan pemerintah

Dari sektor Pajak. Semakin besar beban pajak yang ditimpakan kepada pelaku usaha, maka jumlah barang yang diproduksi pun berkurang dan mengurangi laba.

Dari sektor Subsidi. Semakin banyak subsidi yang diberikan maka penawaran terhadap barang akan bertambah dan akan meningkatkan laba untuk produsen karena sebagian biaya produksi tertutupi oleh subsidi.

5. Faktor cuaca

Kondisi alam terkadang tidak pasti, meskipun sudah masuk musim penghujan kadang masih terjadi kemarau atau sebaliknya. Seperti tanaman padi di sawah, jika banyak padi yang kekeringan hingga akhirnya gagal panen, maka akan terjadi kelangkaan di pasar karena persediaannya yang kian berkurang. Akhirnya berdampak pada harga yang meningkat.

Siapa tau kalian membutuhkan PDF rangkuman materi Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Terima kasih teman-teman telah membaca materi faktor permintaan dan penawaran ini.

Leave a Reply

Close Menu