Jenis Elastisitas Permintaan dan Contoh Soalnya

MauBusiness.com – Kita akan membahas tentang jenis elastisitas permintaan, tetapi sebelumnya pernahkah sobat mengalami rasa jengkel saat pergi ke penjual ayam goreng favorit ternyata saat kalian sudah memesan menunya dan ingin menyelesaikan pembayaran, tetapi setelah diketahui harganya ada yang naik?

Padahal pada saat hari yang lain di pesaing tempat makan tersebut, ternyata harganya lebih murah dan rasa makanannya tidak kalah dibanding yang sebelumnya. Jadi, untuk selanjutnya sobat memutuskan berganti tempat makan.

jenis-jenis elastisitas permintaan
Photo credit: Pixabay.com/users/geralt-9301

Apakah ada prinsip ekonomi yang bekerja pada hal tersebut? Ternyata ada loh sobat prinsip ekonominya, di bawah ini pembahasan lebih dalam;

Harga pada suatu barang memang memiliki dampak terhadap perubahan permintaan juga penawaran. Jika ada perubahan harga, maka ada dampak tersendiri terhadap permintaan barang atau penawarannya. Dampak kenaikan atau penurunan harga pada ekonomi jual-beli inilah yang disebut elastisitas.

Jadi, konsep elastisitas ialah kondisi di mana perubahan harga suatu komoditas mempengaruhi banyaknya permintaan dan penawaran. Baik presentase perubahan harganya itu sangat berpengaruh, maupun hanya sedikit pengaruhnya.

Sebenarnya elastitas sendiri terpisah antara elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Akan tetapi, yang akan dibahas kali ini ialah elastisitas permintaan. Sebenernya elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran memiliki inti ajaran yang sama, hanya beda sedikit pembahasannya.

Pengertian Elastisitas Permintaan

Dalam dunia ekonomi, pengertian elastisitas permintaan adalah tingkat kepekaan jumlah permintaan suatu barang terhadap harga barang itu sendiri. Tingkat elastisitas tiap barang sendiri itu berbeda-beda, tergantung jenis barang barangnya dahulu, apakah termasuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, atau sekedar memenuhi gengsi hidup.

Jenis-jenis Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan terdiri dari 5 (lima) jenis yaitu:

  • Permintaan elastis (e > 1)
  • Permintaan inelastis (e < 1)
  • Permintaan elastis uniter (e = 1)
  • Permintaan elastis sempurna (e = ~)
  • Permintaan inelastis sempurna (e = 0)

Eiits, sebelum penjabaran lebih lanjut, kami baru sadar kalau kita belum membahas cara menghitung koefisien elastisitas permintaannya, biar nggak plonga-plongo nantinya pas udah dijelasin materinya hehe :D. Mari kita bahas rumusnya terlebih dahulu.

Rumus Elastisitas

Ini dia rumus elastisitas permintaan dan penawaran:

Ed : (%∆Q)/(%∆P)

atau penjabaran katanya

(%Perubahan jumlah barang yang diminta atau disediakan)/(%Perubahan harga barang)

Untuk penjelasan jenis-jenis elastisitas secara detailnya,simak materi di bawah ini:

1. Permintaan Elastis

Permintaan elastis dapat terjadi saat persentase perubahan kuantitas barang yang diminta lebih besar daripada presentase perubahan harganya. Misalnya, jika persentase perubahan Q nya 20% walaupun persentase perubahan P nya hanya 5% . Permintaan elastis sendiri memiliki koefisien lebih dari 1 (>1).

Jenis permintaan ini terjadi pada golongan barang barang yang memiliki subtitusi yang satu jenis atau pada barang barang mewah. Contohnya seperti pada sepatu, jam tangan, perhiasan emas, buah-buahan, dsb.

2. Permintaan Inelastis

Permintaan inelastis umumnya dapat disaksikan pada barang kebutuhan pokok. Sebab, inelastis sendiri memiliki pengertian bahwa saat persentase perubahan kuantitas barang yang diminta lebih kecil daripada presentase perubahan harganya.

Permintaan inelastis memiliki koefisien elastisitas kurang dari 1, seperti mengutip dari tutor2u.net. Contoh barang yang termasuk inelastis ialah beras, telur, dsb.

3. Permintaan Uniter

Permintaan ini terjadi apabila persentase perubahan kuantitas barang yang diminta sama dengan presentase perubahan harganya. Jadi, jika persentase perubahan Q nya 10% maka pada P nya memiliki persentase perubahan yang sama juga.

Contoh valid barang yang termasuk golongan ini nyaris tidak ada di dunia nyata. Sebab, jarang sekali kejadian persentase Q nya itu sama besarnya dengan persentase P nya.

4. Permintaan Elastis Sempurna

Suatu barang/jasa disebut memiliki elastisitas sempurna andai memiliki koefisien elastisitas tak terhingga. Dengan demikian, pada suatu titik harga, terdapat perubahan jumlah yang diminta oleh konsumen karena memang barang itu subtitusinya tidak ada di dunia ini.

Salah satu contohnya dalam kehidupan sehari hari ialah bahan bakar bensin, minyak goreng, dan minyak tanah.

Yaa sobat, kan pokok materi tadi sudah kita bahas cukup lengkap, selanjutnya biar nggak hambar kuy kita pelajari juga contoh soal elastisitas permintaan yang tentu masih terkait dengan materi di atas.

Contoh Soal

1. Di tempat para penjaja buah pisang, dicatat data penjualan sebagai berikut:

P = 15.000/Kg , Q = 100 Kg

P = 12.000/Kg, Q = 150 Kg

Berapa koefisien elastisitas barang tersebut,dan termasuk golongan manakah ia?

Untuk menjawab soal berikut, kalian harus memahami rumus elastisitas permintaan terlebih dahulu.

rumus elastisitas permintaan

Keterangan:

ΔQ : perubahan jumlah permintaan

ΔP : perubahan harga barang

P : harga mula-mula

Q : jumlah permintaan mula-mula

E : elastisitas permintaan/penawaran

Nah, karena dari soal diatas sudah jelas mana P dan Q nya, langsung saja bisa dimasukan ke rumusnya.

Ed = 15000/100 x 150/12000
Ed = 2,875

Untuk mengetahui termasuk golongan elastistias yang mana, kalian harus mengetahui masing-masing besaran koefisien elastisitas dari tiap jenis. Bisa kalian lihat angka koefisiennya di sub bab jenis elastisitas permintaan.

Jadi, tahu kan hasil jawabannya masuk bagian yang man? Iya jawaban kalian betul. Barang di atas termasuk golongan elastis karena koefisiennya lebih dari satu.

2. Penawaran suatu barang berbentuk inelastis sempurna yang berarti persediaan suatu barang tidak pernah bertambah atau barangnya terbatas di dunia. Jika permintaannya terus bertambah setiap waktu, maka harga akan mengikuti di belakangnya. Faktor produksi manakah yang dimaksudkan soal ini?

  • a. Keahlian
  • b. Buruh pabrik
  • c. Barang tambang
  • d. Barang pokok
  • e. Properti

Jawabannya adalah yang C. Sebab, barang tambang seperti emas, tembaga, atau barang mineral lainnya tidak dapat diperbaharui oleh manusia.

Mereka hanya terbentuk secara alami di dalam bumi. Jika permintaannya terus selalu bertambah, tetapi persediaannya terbatas, maka hukum permintaan akan bekerja. Yakni harga barang tersebut akan naik seiring waktu.

Leave a Reply

Close Menu